[Gratis Template] Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Tunai dan Bertahap
Terakhir diperbarui 13 Februari 2025 · 6 min read · by Miyanti Rahman
Beginilah susunan dan contoh surat perjanjian jual beli rumah tunai serta bertahap. Kamu bisa mengunduhnya secara gratis.
Mengetahui contoh perjanjian jual beli rumah sama pentingnya, baik bagi pembeli ataupun penjual. Pasalnya, inilah dokumen awal yang bisa mengingat kedua belah pihak.
Salah satu alasan kamu perlu contoh surat jual beli rumah, karena transaksi ini melibatkan uang dalam jumlah banyak. Jadi, harus tahu dokumen yang sah di mata hukum.
Surat jual beli rumah di atas materai bisa menjauhkan pembeli dan penjual dari perbuatan jahat oknum yang tak bertanggung jawab. Jika transaksinya legal, maka hati pun akan tenang.
Dokumen surat perjanjian jual beli rumah cash bertahap atau tunai berisi kesepakatan-kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi.
Nah, kamu bisa membuat draft perjanjian jual beli rumah dengan mengacu pada contoh di bawah. Tata cara menyusunnya tidak sulit kok, sebab hanya ada beberapa poin saja.
Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Rumah Tunai
SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH TUNAI
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama : (…)
- Tempat, Tanggal Lahir : (…)
- Pekerjaan : (…)
- Alamat : (…)
- Nomor KTP : (…)
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (penjual).
- Nama : (…)
- Tempat, Tanggal Lahir : (…)
- Pekerjaan : (…)
- Alamat : (…)
- Nomor KTP : (…)
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (pembeli).
Pada hari ini (…) tanggal (…), bulan (…), tahun (…), PIHAK PERTAMA telah melepas sebidang tanah seluas (…) meter persegi beserta sebuah bangunan berukuran (…) meter persegi yang terletak di atas tanah tersebut dalam nomor Sertifikat Hak Milik (SHM) (…) yang berlokasi di alamat lengkap (…) kepada PIHAK KEDUA dengan harga tunai (dalam angka) (dalam huruf). Dengan pembayaran dilakukan di hadapan saksi-saksi secara tunai.
Ada pun batas-batas penghuni rumah di atas adalah sebagai berikut.
Sebelah barat berbatasan dengan (…)
Sebelah timur berbatasan dengan (…)
Sebelah utara berbatasan dengan (…)
Sebelah selatan berbatasan dengan (…)
PASAL 1
HARGA
Jual beli rumah dan tanah dilakukan oleh masing-masing pihak dengan ketentuan sebagai berikut.
- Harga tanah per meter persegi (dalam angka) (dalam huruf), sehingga keseluruhan harga tanah adalah (dalam angka) (dalam huruf).
- Harga bangunan rumah (dalam angka) (dalam huruf).
- Harga keseluruhan tanah dan rumah adalah (dalam angka) (dalam huruf).
PASAL 2
CARA PEMBAYARAN
PIHAK KEDUA akan membayar kepada PIHAK PERTAMA atas tanah dan bangunan dengan pembayaran tunai yang dibeli sebesar (dalam angka) (dalam huruf).
Pada waktu pelaksanaan transaksi jual beli, baik PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan saksi-saksi menyatakan dalam kondisi yang sadar, sehat secara jasmani dan rohani, tanpa adanya paksaan dan tekanan dari pihak manapun.
Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini pun akan diselesaikan secara kekeluargaan melalui jalan musyawarah oleh kedua belah pihak.
Demikianlah surat perjanjian jual beli rumah dibuat dan disepakati oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan saksi-saksi. Apabila terjadi kesalahan administrasi maka Surat Perjanjian Jual Beli Rumah ini dapat diperbaiki atas persetujuan masing-masing pihak.
(Kota/Kabupaten), (Tanggal, Bulan, Tahun)
PIHAK PERTAMA
(……………………………………….) |
PIHAK KEDUA
(……………………………………….) |
SAKSI I
(……………………………………….) |
SAKSI II
(……………………………………….) |
Download contoh surat perjanjian jual beli rumah tunai pdf
Download contoh surat perjanjian jual beli rumah tunai docx
Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah dan Rumah Bertahap
SURAT PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH CASH BERTAHAP
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama : (…)
- Tempat, Tanggal Lahir : (…)
- Pekerjaan : (…)
- Alamat : (…)
- Nomor KTP : (…)
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (penjual).
- Nama : (…)
- Tempat, Tanggal Lahir : (…)
- Pekerjaan : (…)
- Alamat : (…)
- Nomor KTP : (…)
Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (pembeli).
Pada hari (…) tanggal (…), bulan (…), tahun (…), PIHAK PERTAMA telah melepas sebidang tanah seluas (…) meter persegi beserta sebuah bangunan berukuran (…) meter persegi yang terletak di atas tanah tersebut dalam nomor Sertifikat Hak Milik (SHM) (…) yang berlokasi di alamat lengkap (…) kepada PIHAK KEDUA dengan uang muka (dalam angka) (dalam huruf). Selanjutnya, PIHAK KEDUA nantinya harus melanjutkan pembayaran dengan yang muka sendiri secara kredit untuk setiap bulannya sampai dinyatakan lunas.
Ada pun batas-batas penghuni rumah di atas adalah sebagai berikut.
Sebelah barat berbatasan dengan (…)
Sebelah timur berbatasan dengan (…)
Sebelah utara berbatasan dengan (…)
Sebelah selatan berbatasan dengan (…)
Maka sejak hari (…) tanggal (…), bulan (…), tahun (…), tanah dan bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik PIHAK KEDUA. Pada waktu pelaksanaan transaksi jual beli tersebut, baik PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan saksi-saksi menyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani.
Demikian Surat Perjanjian Jual Beli Rumah ini dibuat pada hari, tanggal, bulan dan tahun yang disebutkan di awal perjanjian dan dimengerti oleh PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA dan saksi-saksi. Maka ditandatangani lah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.
(Kota/Kabupaten), (Tanggal, Bulan, Tahun)
PIHAK PERTAMA
(……………………………………….) |
PIHAK KEDUA
(……………………………………….) |
SAKSI I
(……………………………………….) |
SAKSI II
(……………………………………….) |
Download surat perjanjian jual beli rumah cash bertahap pdf
Download surat perjanjian jual beli rumah cash bertahap docx
Itulah dua contoh surat perjanjian jual beli rumah simpel yang bisa dengan mudah kamu tiru. Selanjutnya, mari kita pelajari poin-poin penting yang harus ada di dalam isi dokumen.
Bila perlu informasi jual rumah yuk tanya Rumah123.
Poin Penting dalam Contoh Surat Pernyataan Jual Beli Rumah
Identitas Masing-Masing Pihak
Identitas adalah hal penting yang perlu diperhatikan saat membuat surat pernyataan perjanjian apa pun termasuk jual beli rumah. Pastikan identitas kedua pihak tercantum secara lengkap.
Bagian ini menandakan proses transaksi yang sah. Identitas yang perlu dicantumkan ialah nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan, alamat sesuai kartu identitas, dan nomor kartu identitas.
Informasi Properti (Tanah dan Bangunan)
Penting untuk melengkapi surat perjanjian kesepakatan jual beli rumah dengan informasi terkait tanah dan bangunannya. Identitas properti ini menunjukkan informasi yang sah.
Yang perlu dicantumkan di antaranya nomor sertifikat, alamat lengkap, gambar rumah, ukuran luas tanah dan bangunan.
Misalnya, jika kamu membeli sebuah cluster Richmond Kota Wisata Cibubur tipe 1o dengan fasilitas 4 kamar tidur dan 4 kamar mandi.
Maka, dapat disebutkan bahwa rumah tersebut beralamat Jalan Kota Wisata, Ciangsana, Kecamatan Gn. Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, serta memiliki luas tanah 200 m² dan ukuran bangunan 332 m².
Tanda Pengesahan
Saat membuat surat perjanjian kontrak jual beli rumah, penting untuk membubuhinya dengan materai dan tanda tangan para pihak sebagai tanda pengesahan.
Pemberian bea materai bertujuan untuk memberi kekuatan hukum jika ada subjek atau pihak yang melanggar isi dokumen tersebut.
Apakah bagian dari surat telah berisi tanda tangan yang sah dari semua pihak? Misalnya, jika kamu membeli salah satu unit rumah di Grand City Balikpapan.
Maka, surat tersebut setidaknya harus ditandatangani olehmu sebagai pembeli dan pihak developer sebagai penjual.
Baca juga:
Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa Apartemen secara Legal
Isi Surat Perjanjian
Dalam surat perjanjian jual beli rumah, biasanya akan disertai sejumlah pasal. Biasanya meliputi ketetapan harga, cara pembayaran, penyerahan dan status kepemilikan, masa berlaku perjanjian, dan lain-lain.
Pastikan Anda membaca dan menulis keseluruhan pasal dengan lengkap, agar transaksi jual beli rumah terlaksana secara lancar.
Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah
- Sebagai bukti peralihan kepemilikan.
- Sebagai alat untuk memberikan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.
- Sebagai penegas kesepakatan harga, syarat dan kondisi pembayaran yang jelas, sehingga dapat mengurangi potensi konflik di masa mendatang.
- Sedangkan dalam pembelian bertahap, surat perjanjian ini sebagai pengatur pembayaran cicilan, tenggat waktu, dan kewajiban masing-masing pihak.
Dengan adanya surat perjanjian jual beli rumah, maka kepastian hukum dapat tercipta. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, ya.
Ada pertanyaan seputar surat perjanjian jual beli rumah? Yuk, ngobrolin properti di Teras123!