Bali tidak hanya terkenal dengan pantai-pantainya yang indah, tetapi juga dengan kreativitas para senimannya, termasuk dalam seni lukis.Â
Â
Maka tak mengherankan, saat berjalan-jalan di Bali, kamu bisa dengan mudah menemukan lukisan-lukisan menghiasi berbagai sudut kota.
Â
Nah, jika ingin menikmati seni lukis secara lebih mendalam, kamu dapat berkunjung ke Museum Puri Lukisan.Â
Â
Museum ini bukan hanya menampilkan koleksi seni yang memukau, tetapi juga dikenal sebagai museum lukis tertua di Bali.Â
Â
Berikut ulasan lengkap seputar daya tarik, lokasi, cara menuju, dan harga tiket masuk Museum Puri Lukisan Bali.Â
Â

Â
Museum Puri Lukisan digagas oleh seorang pelukis asal Belanda, Rudolf Bonnet.Â
Â
Pada tahun 1936, ia bersama Tjokorda Gde Agung Sukawati dan Tjokorda Gde Raka Sukawati mendirikan Yayasan Pita Maha, sebuah komunitas seni yang bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan seni lukis Bali.
Â
Kemudian, pada tahun 1953, didirikan Yayasan Ratna Wartha sebagai upaya untuk mempertahankan idealisme Pita Maha.Â
Â
Pada masa itu, rencana pembangunan Museum Puri Lukisan mulai digarap, dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo.
Â
Daya tarik utama Museum Puri Lukisan terletak pada koleksi seni budayanya yang beragam, mencakup karya dari pelukis Ubud, Batuan, Sanur, hingga aliran Young Artist.
Â
Tak hanya itu, museum seni di Bali ini juga memiliki berbagai daya tarik lain yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi, di antaranya:
Â
Â
Museum Puri Lukisan pernah menyimpan berbagai karya seni dari pelukis-pelukis terkenal, seperti Ida Bagus Nyana, I Gusti Made Deblog, I Gusti Nyoman, dan Anak Agung Gde.
Â
Tak hanya dari seniman lokal, tempat wisata di Bali ini pun turut memamerkan karya pelukis Barat, seperti Rudolf Bonnet dan Walter Spies.
Â
Tempat wisata di Bali ini memamerkan lukisan ke dalam beberapa kategori, seperti lukisan wayang kamasan, lukisan karya anggota Pitamaha, Lukisan Bali Modern, serta ukiran kayu.Â
Â
Koleksi tersebut dipamerkan di empat galeri utama, yaitu Galeri Ida Bagus Made, Galeri Wayang, Galeri Pitamaha, serta galeri umum yang menyajikan informasi tentang sejarah Museum Puri Lukisan.
Â
Â
Museum Puri Lukisan juga sering mengadakan exhibition dan acara workshop seputar seni dan budaya.Â
Â
Acara tersebut biasanya dimeriahkan oleh para seniman yang datang dari penjuru Bali.Â
Â
Para seniman yang hadir dapat saling berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai karya seni.Â
Â
Â
Setelah puas menikmati koleksi seni lukis, jangan lupa mampir ke restoran Warung Pena.
Â
Restoran ini menyajikan beragam hidangan khas Indonesia dan Barat, cocok untuk mengisi energi setelah berkeliling museum.
Â
Warung Pena buka mulai pukul 10.00 WITA dan tutup pada pukul 21.00 WITA.
Â
Sambil menyantap makanan, kamu bisa bersantai sembari menikmati keindahan taman museum serta kolam lotus yang menambah suasana tenang dan nyaman.
Â

Â
Museum Puri Lukisan terletak di Jalan Tjokorda Gde Putra Sudharsana (Raya Ubud), Gianyar.Â
Â
Jika kamu berangkat dari pusat kota Denpasar, waktu tempuhnya sekitar 40 menit.Â
Â
Museum Puri Lukisan buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 18.00 WITA.Â
Â
Namun, pada hari raya Nyepi, museum ini tutup.Â
Â
Â
Melansir akun Instagram resminya, ada tiga paket yang ditawarkan oleh galeri seni di Bali ini untuk pengunjung, berikut di antaranya:
Â
***Header: Purilukisanmuseum.com


